Auto Like Facebook Terbaru

0

My peace be upon you..

Selamat pagi kawan..
gimana kabar hari ini?
semoga tetap nice – nice aja he..amin
Oke langsung aja ke poin.. sesuai judul diatas post kali ini tentang
facebook auto like
tentunya kalian sudah pada tahu apa itu auto like.
Iya, jika sudah tahu langsung saya bagikan linknya..
Link auto like (1)
Link auto like (2)
Silahkan klik salah satu link diatas kemudian masukkan email/no hp dan password facebook anda pilih salah satu link yang work di browser sobat.
untuk login ke Facebook silahkan klik disini
Oke sekian post kali ini kawan,,

Thanks and
See you again

Buku The Way of Life

0

Assalamu’alaikum Wbt.

Selamat siang kawan,
Jumpa lagi dengan saya di gubuk reot ini,, :putnam:
di post. hari ini masih tetap tentang buku tetapi kali ini buku tentang cara untuk memperbaiki pribadi setiap muslim,
agar bisa melaksanakan Islam dengan sebaik-baiknya dan akan menjadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Perbaikan yang dimaksud adalah sesuai dengan apa yang diterangkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang difahami oleh para salaf (orang-orang terdahulu) yang shalih.

The Way of Live
BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI DAN MASYARAKAT
Syaikh Muhammad Jamil Zainu
Buku “BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI DAN MASYARAKAT” ini telah diterjemahkan dan dicetak ulang berkali-kali dalam berbagai bahasa dan disebarluaskan di berbagai negara: Saudi Arabia, Kuwait, Al-Jazair, Yordania, Mesir, Libanon, India dan Pakistan, dan lain-lain.
Nah untuk lebih detailnya lagi sebaiknya langsung saja yang berminat ambil bukunya.

Buku tersebut hanya khusus untuk PC, format buku.html akan tetapi dibungkus .zip,
jadi sebelum dibaca silahkan di extrak terlebih dahulu kawan,

– Bacalah buku ini, bila anda sudah selesai membacanya bagikan kepada teman anda agar bermanfaat untuk semua.
Oke, sekian dulu post kali ini semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Amin..

Jika link rusak segera lapor di kolom komentar..!

Terimakasih
Wassalamu’alaikum Wbt.

My Diary

0

My Dear Diary
Fikirku terasa sesak kepalaku seolah retak hendak meledak, kerap kali jantungku berdetak
Kala kulihat lembar demi lembar yang kau sulam dengan tinta dua warna.
Buku ini.. telah kubaca melalui hatiku yang sunyi,
Kuterka huruf demi huruf, kata demi kata, hingga menjadi kalimat yang kusebut puisi.
Begitu pula, telah kugenggam erat wajah indah dalam bingkai foto yang tertera dalam buku itu.
membuatku tak mungkin dapat kulupa,bahwa dialah sang pemilik buku ini.
Sebenarnya tanganku enggan tuk nodai kertas putihmu.
Gemetar tanganku saat hendak kupegang penaku.
Tetapi hatiku memaksaku untuk torehkan noda,walau tak tentu harus kumulai dari mana.
Aaaahh…sudahlah, kutulis saja apa adanya, akan kuungkap rasaku dengan kata-kata biasa.
Walau tak seindah pepatahmu yang telah kubaca.

Untukmu Adindaku..
Sang bidadari yang punyak nama, Cahaya Mutiara,
Kuucapkan terima kasih telah sudi kau percayakan bukumu padaku.
Aku yakin, engkau tak pernah tau apa yang telah kulakukan padabukumu.

Tapi takusah engkau hawatir ataupun gelisah, karna aku pun akan segera mengurai segalanya.
Tentunya segala perasaanku pula, yang hendak kuuraikan setelah bukumu habis tuntas kubaca.
Ini bukanlah secarik puisi ataupun sastra.
Tetapi, ini hanyalah kata-kata biasa berisikan kisah nyata, tentang rasaku disaat diriku memaknai setiap isi dalam bukumu.
Jantungku berdegup kencang hati dan jiwaku begitu sengit berperang,akalku mengadu, akankah kulakukan sesuatu yang telah engkau larang?
Diriku merasa bimbang
Cahayaku..
Aku merasa masih ada yang kurang, meski semua isi bukumu sudah kubaca dengan terang.
Tetapi, lembaran yang kau kunci dengan “cekli’” dan “solasi”, itulah yang membuatku penasaran begitu tinggi.
Ingin rasanya kulepas “solasinya” dan kubaca isinya,
Tetapi tak kuasa kulakukannya lantaran dirimu telah keras melarangnya.
Lantas kubiarkan lembaran itu tetap terkunci rapat,meski penasaranku kian menghujat.
Cahayaku.. walaupun begitu. Diriku masih saja merasa cemburu, karna aku menduga bahwa di dalam lembaran itu pula tertulis kisah cinta ke lain jiwa.

Maafkan aku yang terlalu terbuka.namun itulah perasaanku yang sebenarnya.
Karna diriku benar-benar takut akan kehilangan sosok dirimu satu-satunya.
Dan aku pun takut pula, kebersamaan kita hanyalah sementara.
Cahayaku.. jangan dulu kau beranjak pergi, karna masih ada banyak rasa yang belum kutulis disini.
Di antara sajak-sajak indahmu, kau sempat cantumkan namaku, yang membuatku merasa bangga.
Namun sepertinya, abjad namaku seakani tidak pantas tertulis dalam bukumu.
Aku tak tau entah mengapa, tapi hati ini berkata bahwa tanganmu seakan sangat sulit untuk mengubah huruf “A”menjadi huruf ”K”.
Aku faham, cinta pertama tak mudah dilupakan, namun besar cintaku padamu bukanlah suatu pelarian, sebagaimana dugaanmu yang telah kau tuliskan dalam bukumu.
Andai kau sungguh menduga bahwa cintaku hanyalah pelarianku semata, itu salah..! dan aku bersumpah.
Aku megerti dan takkan marah,karna aku tahu kau masihbelum kenal betul tentang kisah cintaku terhadapmu. Yang berawal dengan derita¬¬ yang membawa luka yang begitu parah.
Lantaran seseorang yang kucintai, telah ada yang memiliki.

Hingga terpaksa kutaburkan bulir air mata setiap hari. Karna demi meringankan rasa pedih dan perih.
Demi mengobati goresan luka di dalam hati.
Meski duri-duri datang menghampiri diri ini,
Tetap saja diriku bersiteguh dengan cintaku yang sejati.
Hingga akhirnya terputuslah pertalianmu dengannya, lantaran dirimu telah diduakan.
Dengan itu, aku pasrahkan diri ini untuk menyatakan seluruh perasaanku yang masih utuh, padamu.
Lalu kau menjawabnya dengan agak ragu, bahwa perasaanmu sebagaimana perasaanku.
Hingga mulai hari itu, aku menganggap dirimu telah menjadi milikku.
Namun, segenggam rasa malu yang selalu melarangku untuk saling bersahutan akrab denganmu.
Kecuali melalui HP.
Cahayaku.. Adindaku, kekasihku..
Setidaknya janganlah kau ragukan cintaku, karna sungguh, namamulah yang selalu terpatri dalam diriku,yang senantiasa kulafadzkan disetiap untaian doa’ku.
Mengharap agar nanti engkaulah yang kan menjadi pendampingku, dari hayatku, sampai matiku.